Penyerahan Kenang-Kenangan untuk Narasumber

Hari Pertama

Tim ICT FKIP ULM Dukung Seminar dan Performances Day 1: Banjarese Local Wisdom

Banjarmasin – Rabu, 11 Juni 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar hari pertama Seminar and Performances on Banjarese Local Wisdom di Aula Hasan Bondan FKIP ULM. Acara ini diikuti lebih dari 75 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

Peran ICT

Tim ICT FKIP ULM hadir memastikan dukungan teknis mulai dari kesiapan perangkat audio-visual, proyeksi materi seminar, hingga dokumentasi digital. Hal ini memungkinkan seluruh peserta dapat mengikuti jalannya acara dengan baik dan lancar.

Jalannya Acara

Hari pertama dibuka dengan penampilan mahasiswa sebagai bagian dari proyek akhir mata kuliah English for Banjarese Local Wisdom. Penampilan ini tidak hanya sebagai hiburan edukatif, tetapi juga wujud nyata pembelajaran berbasis budaya lokal.

Selanjutnya, seminar bertajuk “Banjarese Songs as Cultural Preservation” menghadirkan dua narasumber:

  • Sirajudin, seniman Banjar sekaligus pencipta lagu Baras Kuning, yang menjelaskan makna, esensi, dan proses penciptaan musik Banjar.

Ridho Amalia, Kepala Sekolah SDN 1 Sungai Besar sekaligus pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, yang menekankan pentingnya generasi muda melestarikan lagu daerah di tengah gempuran budaya luar.

Suasana Seminar

Hari Kedua

Tim ICT FKIP ULM Dukung Seminar dan Performances Day 2: Banjarese Local Wisdom

Banjarmasin – Kamis, 12 Juni 2025, rangkaian hari kedua Seminar and Performances on Banjarese Local Wisdom kembali digelar, kali ini di Lapangan Tumpang Lima FKIP ULM. Suasana berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni mahasiswa PBI FKIP ULM.

Peran ICT

Dalam kegiatan outdoor ini, Tim ICT FKIP ULM berperan penting mengatur tata suara, pencahayaan, serta dokumentasi pertunjukan. Dukungan teknis ICT memastikan seluruh penampilan mahasiswa dapat dinikmati dengan maksimal oleh seluruh peserta dan penonton.

Jalannya Acara

Hari kedua menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional Banjar, diantaranya:

  • Tari Radap Rahayu, Tari Topeng Banjar, dan Tari Japin Banjar.
  • Storytelling cerita rakyat Banjar seperti Raja Patmaraga dan Sukmaraga serta Luhuk Badangsanak.
  • Lagu-lagu tradisional Banjar seperti Baras Kuning, Anak Pipit, dan Ampar-Ampar Pisang.
  • Pertunjukan berpantun menggunakan bahasa dan peribahasa Banjar.

Ketua pelaksana, David Christian Pardede, menyampaikan rasa bangganya. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme peserta, kualitas seminar, hingga kreativitas penampilan mahasiswa yang melebihi ekspektasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *